SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Ekonomi Loker
Beranda » Berita » 2,12 Juta Warga Lampung Tidak Bekerja

2,12 Juta Warga Lampung Tidak Bekerja

Ilustrasi antrean panjang para pelamar pekerjaan di sebuah gedung yang berada di Provinsi Lampung, Indonesia.
Ilustrasi antrean panjang para pelamar pekerjaan di sebuah gedung yang berada di Provinsi Lampung, Indonesia. Foto: Canva/Ai

KELAMPUNG.COM – Per Bulan Agustus 2025, Lampung menduduki peringkat ke delapan untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi secara nasional menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Sebagaimana dilansir kelampung.com melalui laman lampung.bps.go.id, TPT di Provinsi Lampung pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,21 persen, naik tipis dibanding Februari 2025 yang sebesar 4,07 persen.
Kendati meningkat, angka ini masih lebih baik dibanding rata-rata nasional yang mencapai 4,85 persen.

Kenaikan ini diduga dipengaruhi oleh pergeseran tenaga kerja di sektor informal dan menurunnya serapan kerja di industri pengolahan pasca musim panen.
Namun secara umum, kondisi ketenagakerjaan Lampung tetap stabil bila dibandingkan dengan beberapa provinsi di Sumatera seperti Sumatera Utara (5,32%) dan Kepulauan Riau (6,45%).

Beberapa daerah dengan kinerja tenaga kerja baik justru berasal dari sekitar Lampung, seperti Sumatera Selatan yang berhasil menurunkan pengangguran dari 3,89% menjadi 3,69%.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sektor UMKM dan industri kreatif untuk memperluas lapangan kerja, terutama di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung dan Metro yang menjadi pusat aktivitas ekonomi.

Solidaritas Kemanusiaan Kodam XXI/Radin Inten, Pangdam Berangkatkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana

Daftar Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Seluruh Wilayah Indonesia Periode Agustus 2025

No Provinsi Feb 2025 Ags 2025 Perubahan (%) Keterangan
1 Aceh 5,50 5,64 🔺 +0,14 Naik
2 Sumatera Utara 5,05 5,32 🔺 +0,27 Naik
3 Sumatera Barat 5,69 5,62 🔻 -0,07 Turun
4 Riau 4,12 4,16 🔺 +0,04 Naik
5 Jambi 4,48 4,26 🔻 -0,22 Turun
6 Sumatera Selatan 3,89 3,69 🔻 -0,20 Turun
7 Bengkulu 3,24 3,41 🔺 +0,17 Naik
8 Lampung 4,07 4,21 🔺 +0,14 Naik tipis
9 Kep. Bangka Belitung 4,17 4,45 🔺 +0,28 Naik
10 Kep. Riau 6,89 6,45 🔻 -0,44 Turun
11 DKI Jakarta 6,18 6,05 🔻 -0,13 Turun
12 Jawa Barat 6,74 6,77 🔺 +0,03 Naik
13 Jawa Tengah 4,33 4,66 🔺 +0,33 Naik
14 DI Yogyakarta 3,18 3,46 🔺 +0,28 Naik
15 Jawa Timur 3,61 3,88 🔺 +0,27 Naik
16 Banten 6,64 6,69 🔺 +0,05 Naik
17 Bali 1,58 1,49 🔻 -0,09 Turun
18 Nusa Tenggara Barat 3,22 3,06 🔻 -0,16 Turun
19 Nusa Tenggara Timur 3,23 3,31 🔺 +0,08 Naik
20 Kalimantan Barat 4,23 4,82 🔺 +0,59 Naik
21 Kalimantan Tengah 3,47 3,97 🔺 +0,50 Naik
22 Kalimantan Selatan 3,94 4,16 🔺 +0,22 Naik
23 Kalimantan Timur 5,33 5,18 🔻 -0,15 Turun
24 Kalimantan Utara 3,90 3,85 🔻 -0,05 Turun
25 Sulawesi Utara 6,03 5,99 🔻 -0,04 Turun
26 Sulawesi Tengah 3,02 2,92 🔻 -0,10 Turun
27 Sulawesi Selatan 4,96 4,21 🔻 -0,75 Turun
28 Sulawesi Tenggara 3,27 3,31 🔺 +0,04 Naik
29 Gorontalo 3,12 3,42 🔺 +0,30 Naik
30 Sulawesi Barat 3,17 2,86 🔻 -0,31 Turun
31 Maluku 5,95 6,27 🔺 +0,32 Naik
32 Maluku Utara 4,26 4,55 🔺 +0,29 Naik
33 Papua Barat 4,21 4,55 🔺 +0,34 Naik
34 Papua Barat Daya 6,61 6,85 🔺 +0,24 Naik
35 Papua 6,92 6,96 🔺 +0,04 Naik
36 Papua Selatan 4,90 4,04 🔻 -0,86 Turun signifikan
37 Papua Tengah 3,55 3,62 🔺 +0,07 Naik
38 Papua Pegunungan 1,68 1,68 0,00 Tetap
INDONESIA 4,76 4,85 🔺 +0,09 Naik nasional

2,12 Juta Warga Lampung Tergolong Bukan Angkatan Kerja

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data terbaru Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Lampung periode Agustus 2025. Laporan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada jumlah penduduk bekerja, namun juga diiringi kenaikan tipis Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara tahunan.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan TPT Lampung pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,21 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Agustus 2024 yang sebesar 4,19 persen. Meski kenaikannya tipis, tren TPT Lampung dalam tiga tahun terakhir masih cenderung fluktuatif.

Secara keseluruhan, jumlah penduduk usia kerja di Provinsi Lampung mencapai 7,19 juta orang. Dari jumlah tersebut, 5,06 juta orang termasuk dalam angkatan kerja (AK), sementara 2,12 juta orang tergolong bukan angkatan kerja (BAK) seperti pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga.

“Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 4,85 juta orang. Sepanjang periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, terjadi penyerapan tenaga kerja signifikan, mencapai 65,79 ribu orang,” kata Ahmadriswan dalam siaran pers di Bandar Lampung, Rabu (5/11).

Meski demikian, peningkatan lapangan kerja juga diikuti oleh bertambahnya jumlah penganggur. Pada Agustus 2025, tercatat 213,17 ribu orang menganggur, naik sekitar 4,01 ribu orang dibandingkan Agustus 2024. Tren ini menunjukkan kenaikan bertahap dari 207,24 ribu orang pada 2023 menjadi 209,16 ribu orang pada 2024, dan kini 213,17 ribu orang pada 2025.

Babinsa Temukan Enam Tas Berisi Narkoba Saat Menyisir Lokasi Kecelakaan: “Niatnya Cari Korban, Bukan Barang Terlarang”

Dari sisi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), terjadi peningkatan selama dua tahun terakhir. TPAK laki-laki tercatat lebih tinggi dibanding perempuan. Dalam setahun terakhir, TPAK laki-laki meningkat, sementara TPAK perempuan justru mengalami penurunan.

Dari segi kualitas pekerjaan, mayoritas penduduk Lampung merupakan pekerja penuh (bekerja minimal 35 jam per minggu) sebanyak 2,83 juta orang. Namun, proporsi pekerja penuh menurun sekitar 62,72 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, setengah penganggur (yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari pekerjaan tambahan) mengalami peningkatan, mencapai 548,05 ribu orang. Sementara pekerja paruh waktu tercatat 1,47 juta orang, dengan tren relatif stabil.

Dari status pekerjaan, kelompok Buruh/Karyawan/Pegawai dan Berusaha Sendiri masih mendominasi. Dalam setahun terakhir, jumlah Buruh/Karyawan/Pegawai meningkat, sedangkan pekerja keluarga atau tidak dibayar serta pekerja mandiri menurun. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan proporsi pekerja formal dan penurunan pada sektor informal.

Berdasarkan lapangan usaha, sektor Pertanian, Perdagangan, dan Industri Pengolahan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan bahkan mengalami peningkatan tenaga kerja hingga 55,97 ribu orang, disusul industri pengolahan 29,42 ribu orang, dan jasa pendidikan 21,24 ribu orang.

Dari sisi pendidikan, mayoritas pekerja di Lampung masih berpendidikan di bawah SMA, dengan lulusan SD ke bawah menjadi kelompok terbesar. Meski demikian, proporsi pekerja berpendidikan tinggi (Diploma hingga S3) terus meningkat dari tahun ke tahun.

TNI Temukan 34 Kantong Ekstasi Usai Kecelakaan di KM 136 Tol Trans Sumatra, Total 90 Ribu Butir

Menariknya, tingkat pengangguran terendah justru terdapat pada lulusan SD ke bawah sebesar 2,16 persen, sedangkan lulusan SMK mencatat TPT tertinggi yakni 7,16 persen. Meski masih yang tertinggi, TPT lulusan SMK mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Apa Itu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)?

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah persentase jumlah penduduk yang belum bekerja namun sedang aktif mencari pekerjaan terhadap total angkatan kerja di suatu wilayah.

Sederhananya:

TPT menggambarkan seberapa besar jumlah orang yang ingin bekerja tetapi belum mendapat pekerjaan.

Rumus Sederhana

TPT=Jumlah PenganggurJumlah Angkatan Kerja×100%\text{TPT} = \frac{\text{Jumlah Penganggur}}{\text{Jumlah Angkatan Kerja}} \times 100\%

Angkatan kerja = orang yang bekerja + penganggur yang aktif mencari kerja
(bukan termasuk pelajar, ibu rumah tangga, atau lansia yang tidak bekerja dan tidak mencari kerja).

Contoh Kasus di Lampung:

Misalnya:

  • Jumlah angkatan kerja Lampung: 4 juta orang

  • Jumlah penganggur: 168.000 orang

Maka:

TPT=168.0004.000.000×100%=4,2%TPT = \frac{168.000}{4.000.000} \times 100\% = 4,2\%

Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja di Lampung, sekitar 4 orang belum mendapatkan pekerjaan.

Apa Arti TPT Naik atau Turun

  • 🔺 TPT naik: artinya jumlah orang yang belum bekerja bertambah, bisa karena lapangan kerja berkurang atau banyak lulusan baru yang belum terserap.

  • 🔻 TPT turun: artinya lebih banyak orang yang mendapatkan pekerjaan atau lapangan kerja baru terbuka.

Catatan Penting

  • TPT tidak menghitung pekerja informal yang penghasilannya tidak tetap (misalnya pekerja lepas, buruh harian, pedagang kecil).

  • Karena itu, daerah dengan banyak sektor informal (seperti pertanian dan UMKM) bisa punya TPT rendah, walau belum tentu tingkat kesejahteraannya tinggi.