KELAMPUNG.COM, LAMPUNG (SMSI) – Dalam sebuah obrolan eksklusif podcast bersama SMSI Kota Bandar Lampung, dua anggota TNI Sertu Eko Wahyudi dan Serda Simanjuntak menceritakan detik-detik penemuan narkoba dalam jumlah besar yang bermula dari laporan kecelakaan di jalan tol. Penjelasan mereka memperlihatkan bagaimana sebuah penanganan kecelakaan bisa berubah menjadi kasus pengungkapan narkotika terbesar yang pernah mereka tangani. Pada hari selasa (25/11/2025)
Peristiwa itu bermula ketika keduanya menerima laporan adanya kecelakaan di KM 136 Jalan Tol Trans Sumatra pada pagi hari. Tanpa menunda waktu, Sertu Eko menuju lokasi karena kejadian itu berada di wilayah binaannya.
“Saya terapkan prosedur Babinsa: tegur warga, sapa, minta keterangan. Setelah itu langsung ke lokasi, karena masyarakat biasanya enggan mendekat ke jalan tol,” tutur Sertu Eko.
Ketika tiba, kondisi mobil yang mengalami kecelakaan cukup parah, namun tidak ditemukan korban. Tidak ada darah, tidak ada identitas, dan tidak ada tanda-tanda keberadaan sopir maupun penumpang. Hal inilah yang membuat keduanya memutuskan menyisir wilayah bawah jembatan.

Beberapa saat kemudian, mereka menemukan enam tas besar tergeletak. Tas itu tampak rusak pada bagian penutupnya dan sebagian isi terlihat. Namun pikiran mereka tetap fokus pada pencarian identitas korban. “Kami kira mungkin ini tas bawaan penumpang. Enggak terpikir sama sekali bahwa isinya barang terlarang,” ujar Serda Simanjuntak.
Namun dugaan itu berubah ketika satu tas dibuka dan mereka melihat bungkusan-bungkusan besar berlapis plastik. Karena mencurigakan, mereka memutuskan langsung melaporkan kepada komandan dan pihak kepolisian. Petugas PJR, tim tol, dan polisi reserse kemudian berdatangan membantu proses evakuasi.
Satu paket dibuka sebagai sampel, dan di situlah terungkap bahwa barang tersebut adalah narkotika jenis ekstasi. Proses penghitungan menunjukkan belasan hingga puluhan bungkus besar disimpan dalam keenam tas tersebut.
“Saya benar-benar tidak pernah melihat barang seperti itu sebelumnya. Ini pertama kali seumur hidup,” ujar Sertu Eko. “Yang terpikir cuma: bagaimana kalau barang sebanyak ini lolos ke masyarakat?”
Meski kejadian itu sudah viral, keduanya menegaskan bahwa mereka hanya menjalankan tugas seorang Babinsa: memastikan keamanan wilayah, melakukan deteksi dini, dan melaporkan setiap hal mencurigakan.
Sebagai penutup, Sertu Eko dan Serda Simanjuntak memberikan pesan khusus kepada generasi muda. “Jauhi narkoba. Tidak ada manfaatnya. Sekali masuk ke lingkaran itu, sulit keluar. Kami berharap pengalaman ini bisa jadi pelajaran untuk semua.” (*)


