SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita
Beranda » Berita » Dinkes Bandar Lampung Perkuat PSN dan Fogging Massal untuk Tekan Lonjakan DBD 2025

Dinkes Bandar Lampung Perkuat PSN dan Fogging Massal untuk Tekan Lonjakan DBD 2025

KELAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Menghadapi potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada musim hujan 2025, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung memperkuat upaya pengendalian melalui fogging massal dan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilaksanakan simultan oleh seluruh puskesmas bersama masyarakat.

Program fogging serentak ini tidak hanya menyasar wilayah endemik, tetapi juga lingkungan dengan kasus baru dalam beberapa pekan terakhir. Petugas kesehatan turun langsung bersama warga membersihkan lingkungan, memeriksa saluran air yang tersumbat, dan memastikan tidak ada genangan yang menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.

Data terbaru menunjukkan bahwa sejak Januari hingga November 2025, Kota Bandar Lampung telah mencatat lebih dari 300 kasus DBD. Meski angka tersebut masih cukup tinggi, namun Dinas Kesehatan menegaskan adanya tren penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Penyebaran kasus terjadi di 20 kecamatan, sehingga kewaspadaan tetap harus dijaga secara maksimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad, menyampaikan bahwa 60 persen wilayah kota merupakan daerah endemik yang setiap tahun berpotensi terjadi kasus baru. Karena itu, pihaknya menekankan pentingnya langkah terpadu, terutama melalui fogging serentak yang telah diaktifkan sejak Senin.

Muhtadi juga mengingatkan bahwa PSN adalah langkah paling efektif untuk memutus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Penaburan bubuk abate ke sumber air yang sulit dikuras menjadi bagian dari kegiatan tersebut, ditujukan untuk menekan populasi jentik yang berpotensi berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Solidaritas Kemanusiaan Kodam XXI/Radin Inten, Pangdam Berangkatkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana

Jika melihat data historis, Muhtadi mencatat bahwa kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun 2022, ketika kasus DBD di Bandar Lampung sempat mencapai lebih dari seribu kasus dalam satu tahun. Penurunan drastis ini menjadi bukti bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. (Teb)