KELAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Cordy Store, toko pakaian yang telah menjadi salah satu ikon fashion lokal di Kota Bandar Lampung, mendadak jadi perbincangan publik usai munculnya plang bertuliskan “Akan Dijual” yang terpasang tepat di depan tokonya di Jalan Hos Cokroaminoto No. 50, Rawa Laut. Kejadian ini sontak menimbulkan spekulasi dan tanda tanya besar dari warga sekitar dan para pelanggan setia.
Plang tersebut diketahui sudah terpajang sejak tiga hari lalu. Namun menariknya, aktivitas toko tetap berjalan seperti biasa. Tak ada tanda-tanda penutupan atau pengurangan kegiatan operasional. Karyawan masih bekerja, pelanggan masih datang dan berbelanja, serta suasana dalam toko pun terlihat normal sebagaimana hari-hari sebelumnya.
Saat dikonfirmasi, Soli, salah satu karyawan Cordy Store, mengaku mengetahui tentang pemasangan plang tersebut. Ia mengatakan bahwa tulisan tersebut dipasang oleh seseorang yang bernama Pak Cik Ali Salim.
“Plangnya memang sudah tiga hari dipasang. Tapi kami belum dikasih tahu apa-apa. Toko masih buka, semua masih kerja seperti biasa,” jelas Soli saat ditemui pada Jumat (12/7/2025).
Meski sudah terpampang plang bertuliskan akan dijual, baik karyawan maupun masyarakat belum mendapat kejelasan soal maksud sebenarnya dari pemasangan plang tersebut. Tidak ada pengumuman resmi dari pihak manajemen terkait apakah toko ini akan benar-benar dijual atau masih dalam tahap wacana internal.

Cordy Store selama ini dikenal sebagai salah satu toko pakaian yang digandrungi oleh kalangan muda di Bandar Lampung. Dengan desain interior yang kekinian dan koleksi pakaian yang selalu up to date, toko ini menjadi tempat belanja sekaligus tempat “nongkrong” alternatif bagi anak muda di ibu kota provinsi tersebut.
Salah satu pelanggan, Nadia (23), mengaku cukup terkejut saat mengetahui kabar ini. “Saya udah biasa belanja di sini, terutama kalau ada koleksi baru. Tiba-tiba lihat ada tulisan ‘Akan Dijual’, jadi bingung. Sayang banget kalau toko ini beneran tutup,” ujarnya.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tidak hanya di kalangan pelanggan, tetapi juga para karyawan. Ketidakpastian mengenai nasib toko membuat banyak dari mereka was-was terhadap masa depan pekerjaan mereka.
Sementara itu, warga sekitar dan netizen mulai berspekulasi apakah toko tersebut mengalami penurunan penjualan atau ada perubahan kepemilikan yang tengah dirundingkan. Namun hingga kini, belum ada satu pun pernyataan resmi dari pemilik atau manajemen Cordy Store untuk meluruskan kabar yang beredar.
Dengan keberadaan plang tersebut yang masih terpajang, masyarakat berharap agar pihak Cordy Store segera memberikan penjelasan agar tidak memunculkan spekulasi liar. Warga Bandar Lampung tentu tak ingin kehilangan salah satu pusat fashion lokal yang telah lama menjadi bagian dari denyut tren busana kota ini. (*)


