KELAMPUNG.COM, JAKARTA – Sebuah tonggak penting dalam dukungan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia telah terukir hari ini. AGGRE Capital, perusahaan pembiayaan terkemuka, secara resmi mengumumkan aliansi strategis dengan Venteny, raksasa teknologi finansial di Asia Tenggara. Kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem dukungan finansial bagi UMKM.
Inisiatif ini merupakan perwujudan komitmen bersama kedua belah pihak untuk mempermudah dan mempercepat akses UMKM terhadap sumber daya keuangan. Melalui kolaborasi ini, AGGRE Capital dan Venteny bertekad untuk menyediakan solusi pembiayaan yang tidak hanya cepat dan aman, tetapi juga sangat sesuai dengan kebutuhan spesifik UMKM, segmen yang seringkali kesulitan menembus lembaga keuangan konvensional.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Venteny atas kepercayaan dan kemauan untuk berkolaborasi. AGGRE sangat percaya bahwa kemitraan ini akan membawa dampak positif yang besar bagi pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di seluruh pelosok negeri,” kata Rian Hidayat, CEO AGGRE Capital.
Venteny, yang telah membuktikan diri sebagai platform terdepan dalam menyediakan berbagai layanan finansial dan non-finansial bagi komunitas pekerja dan pengusaha, akan menjadi kekuatan pendorong dalam aliansi ini. Harapannya, kerja sama ini akan meningkatkan kapabilitas UMKM melalui fasilitas permodalan, bimbingan usaha, dan integrasi penuh dalam ekosistem digital yang modern.
“Venteny sangat bersemangat untuk menjadi mitra AGGRE Capital dalam misi mengukuhkan posisi UMKM Indonesia sebagai tulang punggung ekonomi. Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan menciptakan lebih banyak peluang bagi kemajuan sektor vital ini,” jelas Herlina, Pimpinan Divisi Bisnis Venteny.
“Keunggulan sistem Smart Analytics kami akan menjadi kunci utama dalam memastikan UMKM dapat mengakses pembiayaan yang paling optimal dan relevan,” tegas Silvester, COO Aggre Capital.
Aliansi ini juga mencerminkan komitmen AGGRE Capital untuk terus mengembangkan jaringan dan berinovasi demi terwujudnya inklusi keuangan yang menyeluruh, terutama bagi sektor produktif yang esensial bagi kemajuan perekonomian Indonesia. (*)


