SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita
Beranda » Berita » Penurunan Pengangkutan Sampah Capai Puluhan Ton, DLH Bandar Lampung Minta Dukungan Pemerintah Atasi Krisis Solar

Penurunan Pengangkutan Sampah Capai Puluhan Ton, DLH Bandar Lampung Minta Dukungan Pemerintah Atasi Krisis Solar

KELAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Krisis solar yang berkepanjangan di Kota Bandar Lampung kini berdampak langsung pada pelayanan kebersihan. Pengangkutan sampah menurun drastis, sementara armada DLH harus bekerja dengan kemampuan terbatas akibat sulitnya mendapatkan pasokan bahan bakar.

Dalam tiga bulan terakhir, kelangkaan solar semakin menjadi-jadi, dan puncaknya terjadi dalam satu setengah bulan terakhir. Setiap hari, antrean kendaraan terlihat mengular di SPBU, termasuk truk-truk pengangkut sampah yang membutuhkan solar untuk beroperasi. Kondisi ini menekan kinerja petugas lapangan yang harus berjibaku mengatur waktu demi menjaga kebersihan kota tetap terlayani.

Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Yusnadi Feriyanto, menyebutkan bahwa sebelum kelangkaan terjadi, armada mampu mengangkut 700 ton sampah per hari. Namun kini jumlah itu menyusut menjadi 600 hingga 650 ton, membuat sejumlah titik rawan penumpukan jika tidak dikelola dengan cepat.

DLH sendiri memiliki 100 armada, namun hanya 70 unit utama yang kini bisa dijalankan secara rutin. Setiap kendaraan besar memerlukan 25 liter solar per hari, sehingga kebutuhan minimal per hari mencapai 1.750 liter. Jumlah itu belum termasuk kendaraan kecil seperti pick-up dan alat berat yang juga berperan dalam pengangkutan.

Solidaritas Kemanusiaan Kodam XXI/Radin Inten, Pangdam Berangkatkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana

Yusnadi mengakui bahwa banyak sopir terpaksa mengantre hingga larut malam. “Dengan kelangkaan itu, sopir terpaksa antre tengah malam. Banyak di antaranya yang baru bisa beroperasi keesokan hari karena sulit mendapatkan solar.”

Meski situasi semakin sulit, DLH tetap memastikan bahwa layanan pengangkutan sampah tidak akan berhenti. Namun, pihaknya berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat memberikan dukungan nyata agar pasokan solar kembali normal, khususnya bagi kendaraan penting yang mendukung kebersihan kota.

Dengan tidak adanya kepastian kapan krisis solar ini berakhir, DLH menekankan pentingnya perhatian serius dari semua pihak agar pelayanan publik, terutama pengelolaan sampah, tidak terganggu lebih jauh. (Teb)