KELAMPUNG.COM, LAMPUNG – Ratusan petani singkong asal Lampung telah mendatangi Jakarta untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait harga dan potongan singkong di tingkat pabrik pada Selasa, 23 September 2025.
Para petani menilai hingga saat ini belum ada langkah konkret yang mereka rasakan, meski berbagai dokumen dan kesepakatan telah disampaikan melalui perwakilan.
Dalam penyampaian aspirasi lewat video TikTok @08manusiabiasa, salah satu perwakilan petani menegaskan bahwa tuntutan utama mereka sederhana, yakni agar pabrik singkong di Lampung dapat membeli hasil panen dengan harga minimal Rp1.350 per kilogram, dengan potongan maksimal 15 persen sesuai ketetapan Kementerian Pertanian.
Namun, fakta di lapangan disebut jauh berbeda. Petani mengaku potongan yang diterapkan pabrik bisa mencapai 50 hingga 60 persen. Selain itu, praktik pungutan liar (pungli) disebut masih marak terjadi, mulai dari tingkat satpam hingga pekerja di dalam pabrik.
โSemua dokumen yang diserahkan ketua itu bagi kami enggak ada artinya. Kami hanya ingin aturan itu ditegakkan, harga Rp1.350 berlaku, potongan maksimal 15 persen, dan pungli dihapuskan,โ ujar salah satu perwakilan petani.
Mereka juga menolak adanya alasan teknis seperti perhitungan kadar singkong yang kerap menjadi celah permainan pabrik. Petani berharap pemerintah turun tangan secara tegas agar aturan benar-benar dijalankan di lapangan.
Diketahui, sekitar 500 petani ikut serta dalam aksi ini sebagai bentuk desakan agar suara mereka diperhatikan. Para petani menegaskan, perjuangan ke Jakarta dilakukan karena kondisi yang mereka alami di daerah sudah tidak dapat ditoleransi.***


