SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita
Beranda ยป Berita ยป Sobat Sehat Lampung: Dari Penyintas TBC Jadi Penggerak Harapan Baru

Sobat Sehat Lampung: Dari Penyintas TBC Jadi Penggerak Harapan Baru

Dari sakit hingga sembuh, lalu bangkit menjadi pejuang. Itulah perjalanan Ardiansyah, Ketua Komunitas Sobat Sehat Lampung, yang kini mendedikasikan hidupnya untuk membantu para Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Lampung.

Komunitas Sobat Sehat Lampung berawal dari pertemuan sederhana para pasien dan penyintas TBC pada 2019.

Mereka berbagi kisah pahit pengobatan yang berat, termasuk suntikan harian selama delapan bulan dan terapi panjang hingga 24 bulan.

Dari sanalah lahir gagasan membentuk wadah yang kelak menjadi komunitas resmi Sobat Sehat Lampung pada September 2022.

โ€œDulu kami hanya ngobrol soal obat dan efek sampingnya. Tapi kemudian sadar, pasien TBC butuh tempat bernaung, tempat didengar, dan teman seperjuangan agar tidak merasa sendirian,โ€ ungkap Ardiansyah, saat berbincang dalam podcast Kongkow Barenf Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bandar Lampung.

Kodam XXI/Radin Inten Gelar Kejuaraan Renang Nasional, Jaring Hampir 2.000 Atlet Bersaing di KRAPSI Babinsa 21 Cup

Kini, Sobat Sehat Lampung aktif dengan sekitar 20 anggota, 10 di antaranya konsisten turun langsung mendampingi pasien. Sobat sehat juga bergabung dengan jaringan Nasional POP (Perhimpunan Organisasi Pasien) TB Indonesia

Mereka memberikan edukasi di rumah sakit, menyuarakan hak pasien, hingga menjadi penguat moral bagi yang tengah menjalani pengobatan.

Aplikasi Lapor TBC: Teknologi di Garis Depan

Selain dukungan komunitas, perjuangan pasien juga diperkuat dengan hadirnya aplikasi Lapor TBC sejak 2023.

Solidaritas Kemanusiaan Kodam XXI/Radin Inten, Pangdam Berangkatkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana

Ulfatun Nissa, penanggung jawab Lapor TBC di Lampung, menjelaskan aplikasi ini memudahkan pasien maupun masyarakat mendapatkan informasi, akses layanan, hingga melaporkan kendala yang mereka hadapi.

โ€œAplikasi ini bukan hanya soal informasi. Pasien bisa curhat, mencari dukungan, bahkan melaporkan diskriminasi yang mereka alami. Dari masalah psikologis hingga PHK sepihak, semua bisa diadukan lewat aplikasi ini untuk ditindaklanjuti,โ€ jelas Nisa.

Dengan fitur pencarian akses layanan, pasien juga diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat, tanpa harus terpaku pada domisili.

Bahkan, ada tim paralegal di Bandar Lampung yang siap membantu bila pasien menghadapi masalah hukum akibat stigma TBC.

Meski bukan penyintas TBC, Nisa menunjukkan dedikasi luar biasa dalam perjuangan bersama Sobat Sehat Lampung. Baginya, TBC bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan panggilan hati untuk hadir di sisi mereka yang membutuhkan dukungan. Ia percaya, setiap tenaga dan waktu yang ia curahkan adalah bentuk nyata dari ikhtiar menjadikan dirinya bermanfaat bagi banyak orang, sekaligus menghapus stigma yang kerap membelenggu para pasien.

Babinsa Temukan Enam Tas Berisi Narkoba Saat Menyisir Lokasi Kecelakaan: โ€œNiatnya Cari Korban, Bukan Barang Terlarangโ€

Lampung Masih Darurat TBC

Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC. Pada 2024, terdapat lebih dari 1 juta kasus baru, Tahun 2025 ini di lampung sekitar 21 ribu kasus sudah terdeteksi.

Situasi ini membuat peran komunitas seperti Sobat Sehat Lampung menjadi krusial. Ardiansyah menegaskan, perjuangan melawan TBC tak hanya soal medis, tetapi juga sosial dan mental.

โ€œBanyak pasien putus berobat karena tidak kuat dengan efek samping atau karena stigma. Kami hadir untuk memastikan mereka terus berjuang, karena TBC bisa sembuh,โ€ tegasnya.

Dengan semangat penyintas, dukungan komunitas, dan inovasi digital, Lampung menyalakan harapan baru: menekan angka TBC dan menghapus stigma yang melekat pada penyakit ini. (Rls)