SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita
Beranda » Berita » Warga Rela Rumah Dibongkar Demi Lingkungan, Kampung Batu Serempok Siap Disulap Jadi Embung dan Taman Kota

Warga Rela Rumah Dibongkar Demi Lingkungan, Kampung Batu Serempok Siap Disulap Jadi Embung dan Taman Kota

KELAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Kesadaran warga Kampung Batu Serempok, Kecamatan Panjang, patut diapresiasi. Secara sukarela, sebagian besar dari mereka merelakan rumahnya dibongkar demi mendukung program penataan wilayah yang diinisiasi pemerintah Kota Bandar Lampung. Kawasan yang sebelumnya menjadi permukiman padat ini akan diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) lengkap dengan embung dan fasilitas pengelolaan air lainnya.

Kondisi pemukiman ini sebelumnya sudah cukup memprihatinkan. Banyak bangunan yang terbengkalai karena ditinggalkan pemiliknya. Gunawan, salah satu warga yang masih bertahan, menyebut bahwa proses jual beli tanah kepada pihak perusahaan sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Kebanyakan warga jual tanah ke perusahaan, jadi rumah-rumah mulai kosong. Sekarang yang tersisa hanya sedikit,” jelasnya.

Ia mengaku tidak keberatan dengan rencana pembongkaran, selama dilakukan dengan baik dan ada rencana yang jelas terhadap pemanfaatan lahannya.

Solidaritas Kemanusiaan Kodam XXI/Radin Inten, Pangdam Berangkatkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana

Pemerintah Kecamatan Panjang menyatakan bahwa lokasi tersebut tidak akan dibiarkan kosong begitu saja. Justru sebaliknya, akan dikembangkan menjadi kawasan hijau yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

Camat Panjang Hendri Satria Jaya menuturkan, kawasan ini akan menjadi RTH yang tidak hanya memperindah kota, tetapi juga menjadi bagian dari solusi lingkungan perkotaan.

“Nantinya, selain taman kota, akan kita buat juga embung atau kolam penampungan air. Ini sangat penting untuk mengatasi banjir dan menjaga resapan air di kawasan pesisir ini,” ujar Hendri.

Ia menegaskan bahwa semua proses dilakukan dengan pendekatan humanis. Tidak ada penggusuran paksa, melainkan hasil kesepakatan bersama dengan warga yang memahami pentingnya penataan kawasan.

Babinsa Temukan Enam Tas Berisi Narkoba Saat Menyisir Lokasi Kecelakaan: “Niatnya Cari Korban, Bukan Barang Terlarang”

Langkah ini diharapkan bisa menjadi contoh penataan kawasan urban yang tidak hanya mengedepankan pembangunan fisik, tetapi juga kelestarian lingkungan dan partisipasi masyarakat. Pemerintah berkomitmen bahwa pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap dan transparan. (*)